Jumat, 22 Juli 2016

Wahai Para Suami, Inilah Tanda Cinta Istri yang Seringkali Kau Tak Pahami

Dalam kehidupan berumah tangga, tentu diperlukan yang namanya saling mengerti dan memahami. Ini karena setiap laki-laki maupun perempuan memiliki kepribadian tersendiri. Meski telah cukup lama menjalani sebuah hubungan rumah tangga, namun ternyata cinta sang istri sering tidak dipahami oleh suami.

Ini Tanda Cinta Istri Yang Sering Tak Dipahami Suami
Disaat istri membicarakan isi hatinya, suami akan beranggapan bahwa istrinya adalah wanita yang cerewet dan banyak bicara. Bahkan cukup mengganggu konsentrasi dari aktivitas yang dilakukan si suami. Padahal sebenarnya, sikap mengutarakan isi hati atau curhat merupakan sebuah tanda cinta dan kenyamanan seorang istri kepada suaminya.

Sifat seorang wanita saat dilanda sebuah masalah ataupun kesulitan, seringkali mencari tempat untuk mengutarakan isi hatinya. Tentunya tidak semua orang dijadikan tempat curhat karena wanita akan mencari seseorang yang dipercayainya dan nantinya ia akan merasa lega telah mengutarakan kepada orang yang tepat.

Lain halnya dengan seorang laki-laki yang lebih senang membereskan masalahnya sendiri sehingga tidak terlalu butuh tempat curhat. Wanita akan mampu menyelesaikan masalahnya tatkala ia telah membagikan masalahnya atau perasaannya kepada orang lain.

Wanita memiliki pandangan bahwa berbagi kesulitan merupakan sebuah tanda cinta dan bukti dari kepercayaan. Jadi jangan kesal saat seorang istri sering curhat kepada suami. Boleh jadi sikap tersebut merupakan tanda cintanya. Seorang istri bukanlah seorang yang lemah dan tidak mampu menyelesaikan masalahnya sendiri. Seorang istri juga bukanlah orang yang cerewet dan bisa hanya berbicara tanpa ada tindakan. Yang ia inginkan hanya memperoleh kelegaan saat semua masalah atau problemanya dibagikan dengan yang lain terutama suaminya.

Karakteristik seorang wanita tidaklah malu jika memiliki masalah. Ia akan senang mengutarakan masalahnya dan diketahui oleh orang lain yang menjadi kepercayaannya. Hal ini berbeda jauh dengan sifat laki-laki yang lebih senang menyimpan masalahnya sendiri dan berusaha menyelesaikan. Namun jika memang menemui jalan buntu, suami pun akan meminta saran dari yang lebih ahli.

Wanita memang berbeda dengan laki-laki dimana laki-laki hanya berorientasi pada hasil. Sementara seorang wanita akan lebih senang pada proses hubungan antar individu dan juga cinta.

Bagi seorang istri yang bercerita kepada suaminya tentang masalah yang dihadapinya, ia hanya ingin didengarkan. Seorang istri ingin setiap kata-katanya didengar, dikomentari dan tidak diacuhkan. Namun wanita juga tidak suka dipotong ceritanya jika belum selesai, meski itu merupakan sebuah solusi.

Kebanyakan dari suami akan berkomentar saat istrinya tengah curhat, dengan perkataan :

“Masalah itu-itu lagi !!”
“Ini sudah kelima kalinya kamu membicarakan hal itu.”
“Bukannya kemarin juga kamu ngobrol tentang ini?”

Kata-kata tersebut merupakan sebuah kesalahan pertama dimana seorang suami tidak boleh menyela pembicaraan istrinya yang tengah curhat.

Masalah yang kedua adalah saat suami hanya mencari solusi dibandingkan sifat istri yang hanya ingin didengarkan saja. Contoh yang sering banyak terjadi adalah ketika istri mengeluh kecapekan karena mengurus rumah ataupun mengikuti pengajian dan rapat PKK.

Istri : “Yah, hari ini aku capek banget”
Suami : “Itu karena kamu ikut pengajian dan rapat. Padahal kan bisa memilih diantara salah satunya”
Istri : “Tapi kan Yah, dua-duanya penting buat tambah ilmu dan sosialisasi dan aku senang ko menjalani keduanya. Hanya saja tempatnya cukup jauh”
Suami : “Usulin aja supaya tempatnya jadi satu, gitu !”
Istri : “Gimana kan susah soalnya panitianya beda-beda”
Suami : “Kalo begitu jangan mengeluh”
Istri : “Aku gak mengeluh ko, Yah”
Suami : “Lha yang tadi itu apa?”
Istri : “Ayah memang gak bisa mendengarkan curhatan aku”
Suami : “Kalo aku gak mendengarkan, mana mungkin aku ngasih solusi”

Hal tersebut terus berlanjut yang diakhiri dengan sikap cemberut dan kekesalan si istri.

Oleh karena itu buat para suami, meski Anda memiliki solusi, alangkah lebih baiknya mendengarkan saja keluhan seorang istri. Setelah itu dukunglah apa yang dilakukannya jika hal tersebut memang baik untuk dilakukan. Istri hanya ingin didengarkan saja sehingga akhirnya unek-unek yang ada di pikirannya bisa lega.

Sumber: kabarmakkah.com