Jumat, 02 September 2016

Seandainya Dapat Kembali ke Dunia Lagi

Hingga apabila datang kematian kepada seorang dari mereka, dia berkata: “Ya Rabbku kembalikanlah aku (ke dunia)…”(QS. Al Mukminun: 71)

Setiap manusia yang hidup pasti memiliki angan – angan. Memiliki cita – cita dan keinginan. Mungkin seorang yang miskin akan melamun, “kapan saya bisa kaya?” seorang yang kaya menginginkan supaya kekayaanya berkembang berlipat ganda. Tatkala seorang sakit, dia akan membayangkan seandainya bisa sembuh. Maka benar sabda Rasulullah saw, “Seandainya anak adam memiliki emas segunung Uhud, pasti dia akan lebih senang seandainya memiliki dua emas segunung Uhud, dia tidak akan merasa tercukupi melainkan tanah telah memenuhi mulutnya, dan Allah akan memberikan ampunan kepada siapa saja yang bertaubat.” (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad dan ad Darini)

Maksudnya manusia akan senantiasa tamak terhadap dunia sampai dia meninggal dan mulutnya terpenuhi oleh tanah kubur.

seandainya dapat kembali ke dunia lagi
Manusia yakin mati adalah keniscayaan-Nya, namun tidak sedikit yang ketika ajal menjemput, baru menyadari hakekat kehidupan dunia. Saat itulah dia menyesali perbuatan yang pernah dilakukan di dunia. Namun semua sia – sia, tidak ada lagi amal shalih baginya yang dapat dikerjakan, yang ada hanyalah perhitungan amal. Maka kabar gembira bagi orang – orang shalih, “Dan itulah jannah yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal – amal dahulu kamu kerjakan.” (QS. Az Zukhuf: 72)

Dan kabar buruk bagi si thalih (antonym shalih), “Sesungguhnya orang – orang yang berdosa kekal di dalam azab Jahanam.” (QS. Az Zukhuf: 74)

Angan – angan orang shalih


Mereka adalah orang – orang yang selamat dari siksa neraka yang kekal. Dan mereka bertingkat – tingkat sesuai dengan derajat yang mereka peroleh. Orang – orang shalih memiliki harapan dan angan diantaranya:

1. Setelah meninggal dunia, ia ingin segera diantar ke kubur. Dari Abu Said al Khudri, Rasulullah saw bersabda, “Apabila jenazah telah siap, kemudian dipikul oleh kaum laki – laki di atas punggungnya, apabila dia jasad yang shalih, akan berkata, “Dahulukanlah aku, dahulukanlah aku”. Apabila tidak shalih, dia, “Celaka, ke mana mereka hendak pergi? Suara itu didengar oleh siapapun kecuali manusia, dan seandainya saja mereka dapat melihat, pasti akan goncang.” (HR. al Bukhari dan an Nasa’i)

2. Dia berharap tidak kembali ke dunia dan berharap kiamat segera tiba, sebab mereka melihat derajatnya yang begitu mulia di jannah. Dia ingin segera masuk ke dalam kenikmatan yang kekal. Rasulullah saw telah menceritakan kepada kita saat seorang mukmin ditanya oleh dua malaikat di dalam kubur,”…Tiba – tiba terdengar suara yang memanggil dari langit, hamba-Ku benar, maka persilahkan dia menempati tempat tidurnya di Jannah, pakaikanlah pakaian Jannah, bukakanlah baginya pintu menuju Jannah. Kemudian arwahnya datang beserta bau harum, kuburnya diluaskan sejauh mata memandang, lalu datang seorang laki – laki berwajah tampan, berpakaian bagus dan harum, dia berkata: saya datang memberi kabar gembira untukmu, ini adalah harimu yang telah dijanjikan. Dia berkata: “Siapakah kamu?” Laki – laki itu berkata: “Saya adalah amal shalihmu.” Dia berkata: “Ya Rabbku bangkitkanlah hari Kiamat, ya Rabbku bangkitkanlah hari Kiamat, sehingga saya dapat kembali menemui keluarga dan hartaku…(HR. Abu Dawud, al Hakim, Ibnu Khuzaimah)

Sedangkan orang kafir atau munafiq, akan berdoa: “Wahai Rabbku, janganlah Engkau bangkitkan hari Kiamat.” Sebab dia tahu apa yang akan terjadi setelah alam kubur itu lebih dahsyat dari apa yang tengah dialaminya.

3. Orang shalih punya keinginan untuk menemui keluarganya agar bisa memberi kabar gembira bahwa dia selamat dari neraka. Apabila seorang mukmin mati dan melihat apa yang dijanjikan kepadanya serta selamat dari api neraka, dia berkata “Biarkanlah aku (kembali), agar saya memberi kabar gembira kepada keluargaku.” Maka dikatakan kepadanya: “Tetaplah tinggal.” (HR. Ahmad dari Jabir bin Abdillah)

Dan Allah berfirman,

“Dikatakan (kepadanya): “Masuklah ke jannah”. Ia berkata: “Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui, apa yang menyebabkan Rabbku memberikan ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang – orang yang dimuliakan”. (QS. Yasin: 26-27)

4. Angan – angan orang mati syahid

Meskipun kedudukan tinggi telah mereka capai. Namun masih ada keinginan, seandainya dapat kembali ke dunia untuk berjihad memerangi musuh – musuh Allah. Dia ingin berperang dan ingin terbunuh hingga sepuluh kali, sebab dia melihat karomah yang sangat besar. Dari Anas bin Malik, Rasulullah saw bersabda, “Tiada seorangpun yang masuk jannah kemudian ingin kembali lagi ke dunia , tidak ada satu permintaanpun di bumi kecuali mati syahid, dia ingin kembali ke dunia kemudian terbunuh hingga sepuluh kali Karena dia melihat banyak karomah.” (HR. Ahmad, al Bukhari, Muslim, at Tirmidzi, an Nasai dan Ibnu Hibban)


Angan – Angan Orang Thalih


Sesungguhnya orang – orang yang malas untuk memberikan hak – hak Allah adalah orang lalai. Dia selalu mengundur – undur taubat dan mengatakan, “Pasti nanti saya akan bertaubat.” Dia yakin umurnya masih panjang dan tidak sadar kematian bisa datang tiba – tiba. Saat itulah dia tidak dapat mengelak dan lari darinya. Selanjutnya tinggalah ia sendiri di dalam kubur yang gelap gulita. Saat itulah dia berangan – angan sesuatu yang tidak mungkin lagi dicapai. Diantara keinginan orang – orang thalih adalah:

1. Ingin diberi kesempatan shalat di dunia, meskipun hanya dua rakaat. Dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah saw melewati sebuah kuburan, beliau bertanya: “Milik siapakah kuburan ini?” Para sahabat menjawab: “Fulan” Beliau bersabda, “Dua rakaat lebih dicintai oleh pemilik kubur ini daripada sisa hidup kalian.” (HR. ath Thabrani)

Keinginan yang besar mereka adalah diberi kesempatan untuk shalat dua rakaat agar dapat menambah kebaikannya. Sebab Rasulullah saw pernah bersabda, “Shalat adalah sebaik – baik materi, barang siapa yang mampu memperbanyak shalatnya, maka perbanyaklah.” (HR. ath Thabrani)

2. Ingin bersedekah

Allah telah mengingatkan kepada hamba – Nya yang memiliki harta untuk menyisihkan sebagian dari rizki yang telah diberikan kepada kaum miskin, agar kelak ketika telah datang kematian dia tidak menyesal.

“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang – orang yang shalih. “ (QS. Al Munafiqun: 10-11)

Mengapa dia berkata demikian? Sebab dia baru sadar bahwa shadaqah akan memadamkan murka Allah. Umar bin Khathtab berkata: “Telah diceritakan kepadaku bahwa seluruh amal saling membanggakan dirinya, lalu shadaqah berkata: “Sayalah amal yang paling utama di antara kalian.” (HR. Ibnu Khuzaimah dan al Hakim)

3. Ingin beramal shalih

Ketiga, dia berharap kembali kedunia untuk menjadi orang shalih meskipun hanya sesaat. Dia ingin memperbaiki amalnya dan menjadi orang yang taat kepada Allah. Allah berfirman di dalam surat al Mukminun: 99 – 100. Mereka adalah orang – orang yang lalai dari mensyukuri nikmat Allah dan tertipu oleh nikmat yang dianugrahkan kepadanya.

Oleh karena itu bagi kita yang masih diberi kesempatan, hendaklah mulai berfikir dan membayangkan bagaimana jika kita telah berada di kubur? Sudahkah kita yakin dengan bekal amal kita selama ini?

Wallahul musta’an.

Oleh: Dhamdham di Jombang, 3 Agustus 2007 [Sumber: ar-risalah no 75]